DAPATKAN POTONGAN HARGA 20% DENGAN MIN. PEMBELIAN 350K
EN   ID
Search Herbana
Keranjang (0) IDR 0
EN   ID
Health 10 July 2020
Oleh: Natasha Tanga

Apakah Pengunaan Hand Sanitizer Berpengaruh Negatif Terhadap Kesehatan?

BACA JURNAL

Pandemi COVID-19 tentunya memiliki peran besar dalam peningkatan protokol kesehatan di berbagai tempat, termasuk gedung perkantoran, mal, dan ruang publik lainnya. Beberapa di antaranya termasuk kewajiban menggunakan masker, pengukuran suhu tubuh, serta mencuci tangan ataupun menggunakan hand sanitizer sebelum memasuki tempat tersebut. Meski begitu, ada beberapa hal yang patut dipelajari efeknya terkait dengan kesehatan, termasuk penggunaan masker dalam waktu yang lama, serta penggunaan hand sanitizer dibandingkan dengan mencuci tangan dengan sabun. Dalam jurnal minggu ini, kami akan membahas resiko penggunaan hand sanitizer yang dapat berdampak bagi kesehatan tubuh.

1. Kurang efektif bila dibandingkan dengan mencuci tangan

Mencuci tangan adalah kebiasaan penting yang wajib dilakukan sehari-hari. Tidak hanya dapat melindungi anda dari penyebaran virus, tetapi juga untuk melindungi dari masalah kesehatan yang timbul akibat kurangnya kesadaran akan kebersihan. Mencuci tangan dengan sabun dapat membantu membunuh kuman dan membersihkan minyak serta kotoran yang ada. Beberapa studi menunjukkan bahwa membersihkan tangan dengan air dan sabun lebih efektif untuk membunuh kuman, terutama apabila hand sanitizer yang digunakan memiliki kandungan alkohol kurang dari 60%.

Meskipun dicari karena kepraktisannya, hand sanitizer tidak seharusnya menjadi pengganti cuci tangan dan hanya berperan sebagai cadangan apabila anda tidak menemukan wastafel untuk cuci tangan. Perlu diingat juga agar anda menggunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol 60% atau lebih agar efektif dalam membunuh virus dan kuman.

2. Dapat mempengaruhi kondisi bakteri pada kulit

Meskipun hand sanitizer dapat membantu membunuh virus dan kuman pada tangan anda, pemakaian yang berlebihan justru dapat mengganggu kestabilan jumlah bakteri baik pada permukaan kulit tangan. Seperti halnya pada sistem pencernaan, keseimbangan antara bakteri baik dan jahat menjadi kunci untuk menjaga kesehatan.

Kedua, penggunaan hand sanitizer secara berkepanjangan juga dapat menyebabkan resistensi/kekebalan dan menyebabkan bakteri tersebut tidak dapat dibasmi menggunakan hand sanitizer. Hal ini tentunya berbahaya bagi kesehatan jika anda tidak menyadarinya. Oleh karena itu, batasi penggunaan hand sanitizer dan hanya menggunakannya bila benar-benar perlu.

3. Meningkatkan resiko keracunan akibat kandungan alkohol

Meskipun hand sanitizer dengan kandungan 60% alkohol atau lebih sangat direkomendasikan agar dapat efektif dalam membunuh kuman, pemakaian yang kurang tepat justru dapat membahayakan. Khususnya bagi anak-anak, keracunan alkohol dapat mengganggu kesehatan meskipun dalam dosis kecil. Pusing, sakit kepala, bahkan kerusakan otak dapat menjadi efek samping yang ditimbulkan. Oleh karena itu, awasi penggunaan hand sanitizer pada anak-anak. Misalnya dengan tidak memberikan terlalu banyak dalam sekali penggunaan, ataupun memastikan agar hand sanitizer kering sempurna sebelum menyentuh makanan atupun mulut.

4. Terdapat bahan yang kurang baik bagi kesehatan

Pandemi ini telah membuat banyak orang sadar terhadap pentingnya kesehatan dan menjaga kebersihan, khususnya mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer secara rutin setelah memegang banyak benda dan permukaan. Meski begitu, anda juga wajib mengetahui kandungan bahan-bahan pada cairan pembersih yang anda gunakan tersebut.

Beberapa peneliti mengemukakan bahwa kandungan triclosan pada hand sanitizer, yang sering digunakan sebagai antibakterial pada berbagai produk kesehatan dan kecantikan, memiliki potensi untuk mengganggu fungsi endokrin (hormon) pada tubuh, dan bahkan meningkatkan resiko terbentuknya kanker.

5. Cenderung membuat kulit kering

Meskipun kandungan alkohol tinggi pada hand sanitizer bermanfaat untuk membunuh kuman dan virus, ia juga dapat mengurangi kelembaban kulit secara signifikan dan membuat kulit cenderung kering dan bersisik apabila digunakan dalam frekuensi yang sering dan jangka waktu yang lama. Kulit kering lebih mudah pecah ataupun mengalami eksim, yang meningkatkan resiko virus dan bakteri masuk lebih mudah ke dalam tubuh.

Oleh karena itu, gunakan hand sanitizer sebagai opsi terakhir apabila anda tidak dapat menemukan wastafel untuk cuci tangan. Jangan lupa juga untuk selalu menggunakan hand cream ataupun lotion agar kulit tangan selalu terjaga kelembabannya.

OK
OK