DAPATKAN DISKON 20% DENGAN PEMBELIAN MINIMAL IDR 350K

EN   ID
Search Herbana
Keranjang (0) IDR 0
EN   ID
Health 1 May 2020
Oleh: Natasha Tanga

Apakah Berpuasa Saat Bulan Ramadhan Menurunkan Imunitas Tubuh?

BACA JURNAL

Puasa merupakan kegiatan yang wajib dilakukan umat Muslim di bulan suci Ramadhan, selama 30 hari sebelum merayakan Idul Fitri. Namun, ada yang berbeda di bulan Ramadhan ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pandemi COVID-19 yang terjadi di tahun 2020 ini tentunya membuat sebagian orang bertanya mengenai kaitan antara imunitas tubuh dan kegiatan berpuasa yang merupakan sebuah ibadah. Oleh karena itu, pada jurnal minggu ini, kami akan membahas secara ringkas hubungan antara puasa dan pengaruhnya terhadap daya tahan tubuh.

Pro dan kontra berpuasa saat pandemi

Meskipun beberapa studi menunjukkan bahwa kegiatan puasa memberi stress pada tubuh dan menyebabkan peningkatan hormon kortisol akibat asupan makanan yang kurang dari biasanya, sistem imunitas tubuh tidak langsung terpengaruh oleh hal tersebut. Bahkan, beberapa ahli mempercayai bahwa kegiatan puasa yang terkontrol dapat membantu meningkatkan sel darah putih dalam tubuh, yakni sel-sel utama yang bertugas untuk melindungi tubuh dari infeksi bakterial maupun yang disebabkan oleh virus.

Studi yang telah dilakukan baru-baru ini juga menunjukkan pengaruh puasa pada tubuh, dan ditemukan bahwa setiap jenis puasa memiliki efek yang berbeda pada tingkat metabolisme. Puasa yang dijalankan umat Muslim merupakan puasa intermiten tanpa minum air dalam waktu yang telah ditentukan. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa puasa minum air lebih dari 12 jam dapat menurunkan tingkat imunitas tubuh meski tidak signifikan. Meski begitu, tingkat imunitas dapat kembali stabil saat kegiatan makan dan minum dilakukan kembali.

Meski studi konklusif mengenai hubungan antara puasa dan kaitannya dengan imunitas masih belum diketahui, beberapa peneliti meyakini bahwa puasa memiliki efek yang cukup baik bagi tubuh. Misalnya, dengan mengurangi tingkat inflamasi pada sel-sel. Saat berpuasa, tubuh "dipaksa" untuk berada dalam kondisi mengonservasi energi akibat kurangnya asupan makanan dan harus menggunakan kembali sel-sel lama. Ketika berbuka puasa, tubuh kemudian memproduksi sel-sel imunitas baru yang lebih cepat dan efisien dalam melawan infeksi.

Bagaimanakah langkah yang tepat untuk menjaga imunitas tubuh saat berpuasa?

Secara umum, puasa diketahui dapat membantu anda membuang racun dari dalam tubuh serta mengurangi lemak yang dapat memicu inflamasi pada sel tubuh dan menyebabkan penyakit kardiovaskuler.

Bila ditelaah lebih lanjut, salah satu hal yang dapat membuat imunitas anda turun selama berpuasa adalah konsumsi makanan yang kurang baik bagi kesehatan. Nutrisi yang didapatkan dari makanan sangat penting untuk membangun daya tahan tubuh, selain dapat memberikan energi yang anda perlukan saat berpuasa. Di bulan Ramadhan, banyak orang yang memilih untuk mengonsumsi makanan manis dan berminyak saat berbuka puasa. Padahal, makanan-makanan tersebut ditengarai dapat memicu berbagai penyakit apabila dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Makanan manis misalnya, dapat menurunkan daya tahan tubuh. Sedangkan makanan berminyak dapat memicu kanker dan penumpukan lemak pada pembuluh darah yang menyebabkan penyakit kardiovaskuler.

Oleh karena itu, pastikan anda selalu memperhatikan jenis, kualitas, serta kuantitas makanan yang anda konsumsi di bulan Ramadhan ini. Mengonsumsi karbohidrat, protein, dan lemak sehat merupakan hal yang penting agar anda selalu memiliki energi untuk beraktifitas saat puasa. Faktor-faktor lain, seperti memperoleh tidur yang cukup, berolahraga ringan, serta minum air yang cukup saat berbuka dan saat sahur juga penting agar imunitas tubuh terpelihara dan anda dapat menjalankan puasa dengan lancar. Bila diperlukan, anda juga dapat mengonsumsi suplemen alami saat berpuasa. Rangkaian Relief Sari Jinten Hitam, Meniran, dan Kulit Manggis dari Herbana dapat membantu anda menjaga imunitas tubuh di masa pandemi COVID-19, sekaligus memelihara kesehatan raga saat berpuasa. Dibuat dari ekstrak tumbuhan alami, Herbana Relief Sari aman untuk dikonsumsi setiap hari tanpa efek samping. Konsultasikan dengan dokter anda apabila dikonsumsi bersamaan dengan obat-obatan lainnya.

OK
OK