DAPATKAN DISKON 20% DENGAN PEMBELIAN MINIMAL IDR 350K

EN   ID
Search Herbana
Keranjang (0) IDR 0
EN   ID
Health 13 December 2019
Oleh: Natasha Tanga

7 Gaya Hidup yang Dapat Meningkatkan Resiko Diabetes

BACA JURNAL

Diabetes tidak hanya disebabkan oleh kebiasaan makan yang buruk. Akan tetapi, ia juga dapat disebabkan oleh pilihan gaya hidup yang kurang baik. Beberapa dari kebiasaan ini mungkin secara tidak sadar sering anda lakukan setiap harinya. Pada jurnal minggu ini, kami akan menjelaskan beberapa kebiasaan yang dapat meningkatkan resiko diabetes, dan apa yang dapat dilakukan untuk mengatasinya.

1. Sering tidur larut malam

Apabila anda salah satu orang yang sering begadang, resiko diabetes anda dapat mengalami peningkatan. Riset menunjukkan bahwa meskipun anda mendapatkan tidur cukup (8 jam sehari), orang-orang yang memiliki kebiasaan tidur larut malam cenderung mengidap diabetes dibandingkan dengan mereka yang tidur lebih awal. Biasanya, orang-orang yang tidur larut malam terekspos pada cahaya artifisial yang berasal dari gadget dan televisi, dan kebiasaan ini memiliki hubungan dengan resistensi insulin serta ketidakseimbangan gula darah. Selain itu, sering tidur larut malam juga berhubungan dengan kualitas istirahat yang kurang baik dan dapat mengganggu metabolisme tubuh.

2. Memiliki gaya hidup yang kurang aktif

Kebiasaan menonton TV maupun bersantai sambil memainkan gadget juga dapat meningkatkan resiko diabetes hingga 3 persen. Hal ini terjadi karena duduk dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan penumpukan lemak pada perut, yang notabene menjadi salah satu faktor yang menyebabkan gangguan pada kadar insulin dalam tubuh.

Apabila anda bekerja di kantor, perhatikan waktu anda bekerja di depan komputer agar anda tidak terlalu lama berada di posisi yang sama. Selain berefek kurang baik bagi postur tubuh, kurang gerak juga dapat meningkatkan resiko diabetes dan ketidakseimbangan gula darah. Oleh karena itu, berjalan-jalanlah sesekali di kantor, ataupun tingkatkan aktivitas gerak sebelum dan setelah kantor agar dapat menjadi kebiasaan aktif.

3. Melewatkan latihan beban

Meskipun latihan kardiovaskuler seperti lari dan bersepeda penting untuk membakar kalori dan gula, latihan beban juga tak kalah pentingnya. Otot menyimpan gula, dan apabila otot dilatih secara benar dan konsisten, anda tidak hanya menjadi lebih kuat, namun juga dapat membantu menurunkan resiko diabetes hingga 34 persen.

4. Sering merasa stress

Stress diketahui menjadi penyebab berbagai penyakit dan dapat meningkatkan resiko penyakit, tak terkecuali diabetes. Stress dapat meningkatkan kadar gula darah, detak jantung, tekanan darah, serta menurunkan daya tahan tubuh. Lebih lanjut, stress juga dapat menyebabkan seseorang tidak mampu untuk menjaga dirinya sendiri, termasuk dalam hal mengonsumsi makanan sehat dan rutinitas olahraga yang baik. Selain faktor eksternal, penelitian juga menunjukkan bahwa stress juga dapat meningkatkan resiko diabetes karena respon hormon yang mengatur kadar gula darah menjadi tidak stabil.

5. Kurang mengonsumsi air

Sebuah studi menunjukkan bahwa orang-orang yang kurang minum air memiliki kadar gula darah yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena faktor gula darah dapat meningkat apabila ginjal dan hati kekurangan cairan. Selain itu, kurang minum air juga dapat menyebabkan anda makan lebih banyak dari porsi biasanya dan menyebabkan ketidakstabilan gula darah. Di sisi lain, orang yang mengonsumsi air kurang lebih 2 liter sehari cenderung tidak mengalami kegemukan dan memiliki energi lebih banyak.

6. Mengonsumsi alkohol terlalu banyak

Meskipun beberapa studi menunjukkan bahwa kebiasaan minum secara moderat dapat membantu menurunkan resiko diabetes, penelitian lain menyatakan bahwa mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak dapat meningkatkan resiko diabetes secara signifikan. Oleh karena itu, apabila anda harus mengonsumsi alkohol, batasi konsumsi anda secara wajar.

7. Jarang terkena matahari

Melindungi kulit dari matahari merupakan langkah penting untuk menghindari kulit dari kanker yang disebabkan oleh sinar UV. Meski begitu, kekurangan paparan matahari dapat menyebabkan defisiensi vitamin D dan meningkatkan resiko diabetes. Studi menunjukkan bahwa orang-orang yang kekurangan vitamin D cenderung mengidap diabetes tipe 2 dan gejala prediabetes, tidak terbatas oleh berat badan mereka. Hal ini terjadi karena vitamin D memiliki peranan penting bagi pankreas, organ yang memproduksi insulin dan mengatur kadar gula darah. Oleh karena itu, apabila anda kurang terpapar matahari, pastikan utnuk mengonsumsi makanan kaya vitamin D, seperti salmon, dan suplemen vitamin D untuk membantu meningkatkan kadar vitamin tersebut dalam tubuh.

OK
OK