DAPATKAN POTONGAN HARGA 20% DENGAN MIN. PEMBELIAN 350K
EN   ID
Search Herbana
Keranjang (0) IDR 0
EN   ID
Kesehatan 12 November 2021
Oleh: Natasha Tanga

5 Resiko Kesehatan Akibat Gaya Hidup yang Kurang Aktif

BACA JURNAL

Gaya hidup yang kurang aktif kini tengah marak dialami banyak orang, salah satunya karena kenyamanan yang disediakan dari perkembangan teknologi yang ada pada masa ini. Pekerjaan kantor, misalnya, lebih banyak memakan waktu duduk di depan komputer dan sedikit waktu untuk bergerak secara fisik. Hal ini tentunya kurang sehat apabila dilakukan dalam jangka panjang, karena para ahli yakin bahwa efek kesehatan yang ditimbulkan akibat duduk terlalu lama tidak dapat dikompensasi melalui olahraga. Oleh karena itu, pada jurnal minggu ini, kami akan menjelaskan beberapa resiko kesehatan yang dapat anda alami apabila anda memiliki gaya hidup yang cenderung kurang aktif.

1. Meningkatnya berat badan dan metabolisme tubuh kurang lancar

Salah satu hal paling umum yang dialami apabila anda tidak mendapatkan aktifitas fisik adalah naiknya berat badan. Tubuh akan menyimpan makanan dalam bentuk lemak apabila tidak digunakan sebagai energi. Hal ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan pada tingkat gula darah dan menyebabkan resistensi insulin, yang dapat meningkatkan resiko diabetes tipe 2.

Selain itu, terganggunya metabolisme tubuh juga dapat terjadi. Salah satu pertandanya adalah lingkar pinggang yang cenderung melebar, serta gejala ketidakseimbangan gula darah seperti rasa haus yang lebih sering, sering buang air kecil, serta penglihatan yang kabur.

2. Masalah kardiovaskuler

Terganggunya jalan darah juga dapat terjadi pada mereka yang jarang bergerak ataupun melakukan olahraga rutin. Energi yang anda gunakan cenderung sedikit, mengakibatkan penumpukan lemak pada pembuluh darah dan hati. Selain itu, tidak bergerak secara aktif juga dapat menyebabkan darah tinggi dan kolesterol yang berdampak pada kerusakan pembuluh darah dan meningkatkan resiko serangan jantung.

Kegiatan aktif secara fisik membuat tingkat kolesterol baik (HDL) dalam tubuh bertambah dan menurunkan kadar kolesterol buruk (LDL), yang mana dapat menurunkan tekanan darah sekaligus meminimalisir gangguan kardiovaskuler.

3. Menurunnya kepadatan tulang dan massa otot

Agar anda dapat beraktifitas dengan baik, tubuh tentunya harus dalam keadaan fit agar anda tidak mudah lelah. Hal ini juga termasuk otot dan tulang anda. Ketika anda kurang aktif bergerak, kekuatan serta massa otot akan berkurang dan kemudian juga berpengaruh pada kepadatan tulang. Selain itu, tubuh juga cenderung menjadi kaku dan tidak fleksibel, karena ketidaklancaran jalan darah. Tulang dan otot yang jarang digunakan dapat menyebabkan inflamasi dan nyeri pada daerah tersebut. Selain itu, resiko osteoporosis juga dapat berkembang seiring berjalannya waktu.

4. Melemahnya daya tahan tubuh

Riset menunjukkan bahwa gaya hidup kurang aktif juga dapat menyebabkan penurunan imunitas, yang berarti resiko terkena penyakit akibat infeksi virus maupun bakteri juga meningkat. Tak heran, resiko inflamasi dan penyakit kronis juga meningkat seiring berjalannya waktu, seperti kanker dan diabetes.

Oleh karena itu, melakukan olahraga rutin penting untuk dilakukan agar daya tahan tubuh meningkat, terutama saat pandemi. Para ahli menyarankan 30 menit olahraga setiap harinya dapat memenuhi kebutuhan harian untuk aktifitas fisik anda. Selain itu, anda juga dapat melakukan kegiatan lain yang mengharuskan tubuh anda bergerak aktif, seperti membereskan rumah.

5. Mempengaruhi kesehatan psikologis

Terakhir, memiliki gaya hidup yang kurang aktif juga dapat mempengaruhi kesehatan mental anda. Meningkatnya stress dan depresi akibat kurangnya stimulasi secara mental, yang bisa anda dapatkan melalui olahraga. Situasi ini dialami oleh segala lapisan usia, mulai dari usia remaja hingga dewasa, terutama generasi yang saat ini terbiasa menggunakan teknologi. Oleh karena itu, menyisihkan waktu sejenak untuk berolahraga, bersepeda, ataupun berjalan kaki di sekitar lingkungan tempat tinggal anda dapat membantu meningkatkan produksi hormon serotonin, yang dapat meminimalisir tingkat stress.

OK
OK