DAPATKAN DISKON 20% DENGAN PEMBELIAN MINIMAL IDR 350K

EN   ID
Search Herbana
Keranjang (0) IDR 0
EN   ID
Health 17 June 2019
Oleh: Natasha Tanga

5 Alasan Mengapa Marah Dapat Berakibat Buruk Bagi Kesehatan

BACA JURNAL

Marah merupakan salah satu emosi umum yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari pada segala usia. Rasa frustrasi seringkali menjadi pemicunya. Meskipun lebih baik untuk mengekspresikan kemarahan dibandingkan menahannya, apakah anda tahu bahwa emosi marah yang terpendam dapat menyebabkan penyakit? Pada jurnal minggu ini, kami akan menjelaskan beberapa alasan mengapa marah memiliki efek yang kurang baik bagi kesehatan.

1. Memepengaruhi kesehatan jantung

Emosi yang meletup-letup akibat rasa frustrasi dan marah dapat beresiko bagi kesehatan kardiovaskuler. Studi menunjukkan bahwa orang-orang yang cenderung pemarah memiliki resiko 2 kali lipat lebih tinggi mengidap gangguan jantung dibandingkan mereka yang lebih tenang. Oleh karena itu, manajemen emosi sangat penting untuk dilakukan, misalnya dengan mengekspresikan amarah dengan cara yang lebih sehat, seperti menenangkan diri, mengkomunikasikan perasaan anda kepada pihak yang terlibat, serta memikirkan jalan keluar dengan kepala dingin.

2. Meningkatkan resiko stroke

Jika anda sering marah-marah, anda memiliki resiko 3 kali lipat lebih besar untuk mengalami stroke setelah episode emosional tersebut. Tentu saja, kunci yang paling tepat untuk mengurangi resiko ini adalah dengan manajemen emosi dan mengidentifikasi sebab kemarahan Anda. Hadapi permasalahan tersebut ketika anda merasa jauh lebih tenang dan tidak mudah tersulut emosi, sehingga Anda juga dapat memberikan tanggapan yang rasional.

3. Mempengaruhi daya tahan tubuh

Hormon stress yang diproduksi tubuh ketika Anda merasa marah dapat melemahkan daya tahan tubuh dan membuat Anda lebih rentan terkena flu, pilek, infeksi lainnya, dan bahkan kanker. Oleh karena itu, apabila anda merupakan salah satu orang yang mudah terpancing emosi, hindarkan diri dari konfrontasi emosional dan alihkan fokus anda terhadap hal-hal yang lebih positif.

4. Membuat Anda merasa gelisah

Sebuah studi menunjukkan bahwa rasa gelisah dan marah dapat terjadi secara bersamaan. Rasa emosi yang meletup-letup dapat memperburuk gejala kegelisahan yang kemudian dapat mengganggu kehidupan anda sehari-hari. Tidak hanya itu, emosi yang ditahan dalam diri juga dapat memperburuk kondisi Anda.

5. Menjadi salah satu penyebab depresi

Beberapa riset telah menunjukkan adanya hubungan antara agresi dan rasa marah yang meletup-letup. Misalnya, ketidakmampuan untuk melakukan sesuatu dapat memperparah kondisi kestabilan emosi Anda, dalam hal ini amarah, dan dapat menimbulkan gejala depresi. Oleh karena itu, penting untuk menyalurkan energi Anda kepada hal-hal yang lebih positif agar Anda tidak mudah terbawa emosi. Misalnya saja dengan melakukan hobi yang Anda sukai, sebagai terapi untuk mengurangi tendensi kemarahan dan depresi.

OK
OK