DAPATKAN POTONGAN HARGA 20% DENGAN MIN. PEMBELIAN 350K
EN   ID
Search Herbana
Keranjang (0) IDR 0
EN   ID
Health 14 May 2021
Oleh: Natasha Tanga

5 Cara Mengatasi Gejala Masuk Angin Selama Berpuasa

BACA JURNAL

Tahun ini, bulan suci Ramadhan jatuh pada bulan April hingga pertengahan Mei, dimana sedang terjadi transisi dari musim penghujan ke musim kemarau. Oleh karena itu, cuaca seringkali terasa panas dan lembab di siang hari, serta malam yang tak jarang diselimuti hujan. Gejala masuk angin merupakan sesuatu yang umum ditemukan pada musim pancaroba seperti ini. Padahal, musim pandemi ini juga mewajibkan kita untuk selalu menjaga imunitas agar tak mudah jatuh sakit. Oleh karena itu, penting untuk selalu menjaga kesehatan dengan melakukan tips-tips mudah berikut ini yang dapat anda lakukan sehari-hari.

Berikut cara untuk mencegah gejala masuk angin:

1. Tidak tidur terlalu larut

Waktu makan sahur yang harus dilakukan sebelum subuh menjelang tentunya mengharuskan anda untuk bangun pagi-pagi buta selama bulan puasa. Terutama apabila anda memiliki keluarga, persiapan untuk sahur bisa memakan waktu yang lebih panjang sehingga anda harus bangun lebih awal. 

Sahur merupakan elemen penting dalam menjalankan kegiatan puasa sebagai asupan energi anda untuk menghadapi hari. Jika anda melewatkannya, rasa lemas mungkin dapat anda rasakan sepanjang hari selama menunggu waktu berbuka. Agar anda dapat bangun awal dan tidak melewatkan sahur, usahakan untuk tidur lebih awal. Selain itu, anda juga tetap mendapatkan waktu tidur selama 7 hingga 8 jam sesuai waktu tidur yang direkomendasikan, agar kesehatan tubuh anda tetap terjaga di bulan puasa ini.

2. Perbanyak konsumsi makanan dan minuman hangat

Saat sahur dan berbuka puasa, ada baiknya untuk mengonsumsi makanan ataupun minuman hangat. Selain dapat menghangatkan tubuh dan menghindarkan anda dari gejala masuk angin, jenis makanan dan minuman seperti ini juga memiliki efek yang baik bagi kesehatan pencernaan. Saat sahur misalnya, suguhan sup ayam ataupun makanan berkuah lainnya dapat menjadi pilihan untuk bersantap. Saat berbuka puasa, biasakan pula untuk mengawalinya dengan mengonsumsi kurma dengan air putih hangat ataupun teh manis hangat agar pencernaan anda tidak kaget sebelum mengonsumsi makanan berat.

3. Hindari hawa dingin

Pada musim pancaroba ini, suhu udara di siang hari cenderung tinggi memaksa banyak orang untuk menyetel pendingin udara di ruangan mereka. Meski  begitu, berlama-lama di ruangan ber-AC ataupun langsung berhadapan dengan pendingin saat baru kembali dari luar ruangan dalam kondisi berkeringat justru dapat membuat anda jatuh sakit. Apabila pakaian anda basah karena keringat, gantilah terlebih dahulu sebelum masuk ke ruangan ber-AC untuk menghindari gejala masuk angin dan rasa kurang enak badan.

4. Konsumsi makanan yang mengenyangkan dan kaya nutrisi

Meskipun anda hanya mendapatkan 2 kesempatan untuk mengonsumsi makanan di bulan Ramadhan, bukan berarti anda dapat memilih makanan sesuka hati dan hanya memberikan rasa kenyang saja. Justru, kesempatan ini baik digunakan untuk memberikan tubuh nutrisi yang diperlukannya. Sebagai contoh, tingkatkan konsumsi buah-buahan dan sayuran agar anda mendapatkan serat harian yang cukup. Selain itu, mengonsumsi diet seimbang yang terdiri dari karbohidrat, protein, serta lemak juga baik untuk memberikan anda energi yang dibutuhkan dalam kegiatan sehari-hari. Hal penting lainnya ialah mengonsumsi cairan yang cukup, agar metabolisme lancar dan kesehatan pencernaan terjaga.

5. Konsumsi suplemen yang dapat meningkatkan imunitas tubuh

Terakhir, mengonsumsi suplemen alami penting halnya untuk membantu menjaga kesehatan di bulan Ramadhan ini. Apabila anda merasakan gejala-gejala masuk angin ataupun ingin mencegahnya, konsumsilah Balance Madia Cold Ease dari Herbana. Dibuat dari ekstrak tumbuhan alami, suplemen alami ini aman untuk dikonsumsi setiap hari tanpa efek samping yang berarti.

OK
OK